
Lamongan — Suasana akademik yang hangat dan penuh antusiasme tampak dalam kegiatan diskusi ilmiah bertema “Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Era Pertanian Modern” yang diselenggarakan oleh mahasiswa bidang pertanian pada hari Jum’at, yang bertempat di ruang kelas Fakultas Pertanian.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi pertanian. Para peserta—terdiri dari seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian. Mulai dari harga komoditas yang fluktuatif, akses terhadap teknologi pertanian modern, hingga pentingnya sistem pemasaran yang berpihak kepada petani kecil.
Dalam pemaparannya, salah satu narasumber menekankan bahwa kesejahteraan petani tidak dapat dipisahkan dari inovasi teknologi dan dukungan kebijakan yang tepat. “Petani kita membutuhkan akses terhadap alat dan teknik modern yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga efisiensi biaya. Selain itu, perlu adanya jaminan pasar yang stabil agar petani tidak selalu dirugikan fluktuasi harga,” ujarnya.
Diskusi berlanjut dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Mahasiswa turut menyampaikan hasil riset kelas mereka mengenai potensi peningkatan pendapatan petani melalui diversifikasi produk, penerapan pertanian organik, serta digitalisasi pemasaran melalui platform e-commerce.
Suasana akademik semakin hidup ketika para peserta melakukan simulasi analisis rantai pasok, memetakan masalah dari hulu hingga hilir, serta merancang solusi berbasis komunitas. Para mahasiswa berharap kegiatan akademik semacam ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di daerah Mojokerto dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata peran dunia akademik dalam mendorong perubahan positif bagi sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia.

